Selasa, 05 Juli 2016

Apakah perlu orang bule untuk bisa berbahasa Inggris? - Episode 2

(Bagi Anda yang belum membaca Episode 1, silakan terlebih dahulu membaca Episode 1. 

Klik disini untuk membaca Episode 1.)

Saya pun berusaha membiasakan diri dengan Listening. Satu-satunya cara adalah dengan mendengarkan siaran radio berbahasa Inggris, karena waktu saya kuliah, saat itu belum ada tv kabel.

Cuma beberapa orang yang mempunyai antena parabola yang dengan enaknya bisa menikmati siaran televisi dari luar negeri.

Saya tinggal bersama kakak saya. Sebagai pegawai biasa, kami sudah bersyukur mempunyai teve 14 inchi. 


Mempunyai antena parabola merupakan suatu kemewahan yang tidak perlu. Rumah pun masih ngontrak.

Untungnya, kakak saya punya sebuah radio dengan 4 band, yaitu FM, AM, SW 1 dan SW 2 (kepanjangan dari keempat singkatan tersebut, Anda bisa googling saja. Bisa melar panjang artikelnya nanti :-) ).

Entah apakah anak-anak zaman sekarang pernah melihat radio seperti ini :-). (Sumber Gambar : https://www.pexels.com/photo/vintage-technology-music-old-1539/).


SW 1 dan SW 2 adalah saluran yang tepat untuk menangkap sinyal radio berita dari luar negeri seperti Voice of America (VOA), British Broadcasting Corporation (BBC) atau yang lain.

Kualitas suara?

Jauh dari kata 'nyaman'. 

Kok bisa?

Karena bunyi siulan 'ngiuuuung', 'nguiiiiiiiing' yang sangat mengganggu. Maklum ada dua putaran yang digunakan, yaitu tuning dan fine tuning.

Tuning untuk menangkap gelombang stasiun radio, dan fine tuning untuk lebih mengatur presisi penerimaan sinyal gelombang.

Masih manual, belum digital, sehingga penerimaan gelombang radio tidak sempurna.

Meskipun dengan segala keterbatasan seperti itu, tidaklah masalah. Sangat, sangat membantu dalam memahami pengucapan bahasa inggris oleh penutur asli.

Nilai saya pun meningkat. Saya bisa mendapat nilai A untuk mata kuliah Listening 2 dan 3.

Bagaimana dengan sekarang?

Dengan adanya internet, semua jadi mudah.

Tentu saja, saya sudah memensiunkan radio kakak saya itu. Entah sudah ada dimana sekarang.

Kenapa bisa begitu?

Karena dengan adanya teknologi internet dan smartphone, saya bisa mendengarkan siaran radio streaming via internet. 

Ini bukan promosi merek laptop tertentu lho ya:-). (Sumber gambar : https://www.pexels.com/photo/person-apple-laptop-notebook-1171/).
Mendengarkan radio lewat laptop atau smartphone dengan kualitas suara yang prima.

Bisa juga dengan mengunduh rekaman suara dalam bentuk mp3 dan saya bisa mendengarkan berulang-ulang kapan saja dan dimana saja.

Video pembelajaran bahasa Inggris lewat YouTube pun sangat membantu.

Jadi saya heran kalau ada orang yang masih beralasan bahasa Inggris itu susah dipahami karena cepat pengucapannya, sehingga waktu mengikuti TOEFL, mereka mendapat nilai buruk.


Manfaatkan kemajuan teknologi dengan sebaik-baiknya.

Jangan hanya untuk main game atau sekedar wira-wiri membuka facebook dan chatting ngalor-ngidul tanpa guna.

Saya sendiri sekarang punya kebiasaan mengunduh podcast dari berbagai individu yang mengunggah pengalaman mereka lewat audio rekaman.

Bidang yang saya sukai dari podcast tadi terutama dari topik religi yang sesuai dengan agama saya, bisnis online dan pengajaran bahasa Inggris yang berkaitan dengan profesi saya sebagai guru bahasa Inggris. 

Jadi, masih beralasan tidak mengerti ujaran orang bule atau orang lokal waktu berbicara bahasa Inggris?

Sudah nggak jaman!

Biasakan mendengar ujaran native speaker dari radio streaming, siaran teve luar negeri, rekaman podcast atau sumber apapun yang bisa didapat.

Di episode selanjutnya, yaitu Episode 3, kita akan membahas tips 2 untuk bisa berbahasa Inggris.

So, Stay Tune :-).






Tidak ada komentar:

Posting Komentar